Cari Artikel Disini

26 Januari 2010

T A K A B U R

Sifat kekaguman dan membangga-banggakan diri dapat menimbulkan kesombongan dan keangkuhan terhadap orang lain.

Sifat ini adalah salah satu penyakit hati yang sangat mencelakakan dan sulit dihindari. Dalam al-Qur’an sudah tertera larangan dan ancaman serta bahaya yang akan ditimbulkan dari sifat takabur ini.

Jika seseorang sudah melekat pada sifat ini, maka segeralah mungkin untuk mengobatinya dan menghindarinya, karena sifat ini sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta merugikan di dunia dan di akhirat.

1. Pengertian Takabur

Takabur yang biasa diartikan dengan “kesombongan”, berarti sifat dan sikap merendahkan orang lain dan bisa menolak al-haqq (kebenaran).

Takabur juga berupa rasa kekaguman terhadap diri, sikap suka membesar-besarkan dan menonjolkan diri. Takabur ini sendiri dicela oleh al-Qur’an:

wur öÏiè|Áè? š£s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? Îû ÇÚöF{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä ¨@ä. 5A$tFøƒèC 9qãsù ÇÊÑÈ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Luqman: 18)

Kekaguman terhadap diri bisa berakibat timbulnya sikap sombong dan angkuh terhadap orang lain, dan merendahkan serta meremehkan mereka dalam pergaulan. Dalam al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang mencela ketakaburan orang-orang musyrik dan munafik serta keengganan mereka untuk menerima kebenaran, karena rasa angkuh yang mereka miliki.

2. Hakikat Takabur

Sifat sombong dapat dikatakan perangai di dalam jiwa yang menunjukkan kepuasan, kesenangan dan kecenderungan kepada tingkatan (martabat) di atas orang lain yang dibohongi. Jadi, selain menyangkut orang pertama, (yang menyombongkan diri), sifat ini juga melibatkan orang kedua (yang dibohongi). Disinilah letak perbedaannya dengan sifat ujub yang tidak memerlukan orang lain sebagai objek. Bahkan, andaikata di dunia ini tidak ada orang, kecuali orang satu saja, kita dapat membayangkan bahwa ia sangat mungkin bersifat ujub. Tetapi, tidak demikian dengan sifat sombong. Kita tidak mungkin membayangkan terjadinya kesombongan tanpa keberadaan orang lain. Jadi, hakikat kesombongan itu baru terwujud bila seseorang mendapat tiga keyakinan di dalam dirinya, yaitu:

a. Ia melihat dirinya memiliki martabat

b. Ia melihat pada diri orang lain juga memiliki martabat

c. Bila ia menganggap martabatnya lebih tinggi dari pada orang lain.

Apabila tiga keyakinan di atas terdapat pada diri seseorang, berarti di dalam dirinya, telah tertanam sifat sombong. Hatinya akan menjadi takabur. Karena hal itulah, dihatinya timbul rasa gengsi, rasa berwibawa, juga kesenangan dan kecenderungan kepada yang diyakininya sebagai sesuatu yang besar. Kewibawaan, perasaan besar, kecenderungan kepada hal yang diyakini itulah perangai sifat sombong.

3. Sebab-sebab dan Macam-macam Takabur

Sebab-sebab yang menjadikan seseorang berlaku sombong (takabur) adalah merasa adanya kelebihan pada dirinya. Seperti ilmu pengetahuan, amal dan ibadah, keturunan orang terhormat, harta kekayaan, kekuatan fisik, kedudukan, kecantikan, ketampanan dan sebagainya.

Dalam realitasnya, takabur dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

a. Takabur kepada Allah, seperti Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Takabur ini yang terjelek

b. Takabur kepada Rasul-Nya, seperti orang-orang Quraisy.

c. Takabur kepada sesamanya.

4. Hal-hal yang Membangkitkan Takabur

Ada empat hal yang dapat membangkitkan sifat takabur, diantaranya:

a. Sifat ujub

Sifat ini mewariskan keangkuhan di dalam diri yang setiap saat bisa muncul ke permukaan berupa kesombongan lahir dalam bentuk tindakan dan perilaku.

b. Sifat dendam (hiqd)

Terkadang yang menyebabkan kesombongan itu bukanlah sifat ujub, misalnya: orang yang menyombongkan dirinya atas orang yang menganggap dirinya sederajat dengannya atau malah melebihinya. Sering pula terjadi seseorang marah-marah karena persoalan lama yang membekaskan dendam di hatinya.

c. Sifat hasad (dengki)

Sifat ini melahirkan kebencian terhadap orang yang didengkinya meskipun penyebab yang menimbulkan marah dan dendamnya bukan berasal dari orang itu. Sifat hasad ini yang bercokol di dalam diri mendorong untuk senantiasa bersikap angkuh terhadap orang lain.

d. Sifat riya’

Sifat ini biasanya dapat menarik seseorang berperilaku sombong, sehingga terkadang terjadi perdebatan dengan orang lain. Sifat sombong yang dibangkitkan oleh riya’ ini hanya muncul berada di hadapan orang banyak.

5. Cara Mengatasi dan Melenyapkan Takabur

Takabur termasuk di antara sifat-sifat yang sangat mencelakakan dan sulit untuk dihindari. Hukum pemberantasannya adalah fardhu ‘ain bagi setiap individu.

Ada dua cara untuk memberantas sifat ini, yaitu:

a. Dengan mencabut batang pohonnya sampai ke akarnya yang menancap di hati.

Maksudnya: usaha ini tidak mungkin berhasil dengan sempurna kecuali dengan mengintensifkan ketakwaan untuk melenyapkan komponen dasarnya, dengan menempuh dua langkah, yaitu langkah ilmiah dan langkah amaliah.

1) Langkah ilmiah adalah dengan cara mengenali diri sendiri dengan kehinaannya, serta mengenali Tuhan dengan keagungan dan kebesaran-Nya. Pada dasarnya dengan cara ini sudah cukup bagi seseorang untuk menghilangkan sifat takabur pada dirinya.

2) Langkah amaliah adalah merupakan bentuk praktis dalam menanggulangi sifat sombong, yakni tawadhu’ kepada Allah melalui amal perbuatan dan kepada semua makhluk-Nya dengan senantiasa berperilaku sebagaimana lazimnya orang-orang yang suka merendahkan diri.

b. Menangkal faktor penyebab yang menjadikan seseorang berlaku sombong atas orang lain.

Cara yang kedua ini dilakukan dengan cara memotong jalur tujuh sebab sombong, diantaranya:

1) Sombong karena keturunan, cara mengatasinya ada 2 cara;

a) Karena yang dibanggakan orang ini adalah orang lain dan kesempurnaannya, ada yang mengatakan bahwa orang seperti ini dianjurkan supaya berpaling kepada dirinya sendiri.

b) Menyadari bahwa orang tuanya hanya diciptakan dari air mani yang hina. Sedangkan asal mula keberadaan bangsanya adalah tercipta dari tanah.

2) Sombong karena kecantikan atau ketampanan, cara mengatasinya: dengan melihat kepada dirinya sendiri yakni kepada apa yang terkandung di dalam Tuhannya, bahwa hampir segala bagian terdapat kotoran.

3) Sombong karena kekuatan fisiknya, cara mengatasinya: menyadari bahwa dirinya selalu diintai oleh berbagai jenis penyakit dan dihantui oleh cacat.

4) Sombong karena ilmunya, cara mengatasinya: menyadari bahwa kesombongan ini hanya layak untuk Allah dan menyadari bahwa hujah Allah SWT.

5) Sombong karena harta kekayaan, cara mengatasinya: menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki akan dilanda perubahan dan kehancuran.

6) Sombong karena banyak penggemar, cara mengatasinya: Menyadari bahwa semua itu merupakan kebodohan dan kekeliruan.

7) Sombong karena banyak amal dan ibadah, cara mengatasinya: memaksakan diri bersikap tawadhu’ terhadap semua makhluk sambil menyadari bahwa dibalik sifat sombong terpendam bahaya yang besar.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat saya simpulkan bahwa takabur adalah sifat yang sulit dihindari. Namun kita harus menyadari bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang diciptakan dengan tujuan tidak untuk menyombongkan diri di atas bumi melainkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Apapun yang kita lakukan di muka bumi ini semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Najati, M. Utsman, al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, Bandung: Pusaka, 1985.

Syukur, Amin, Pengantar Agama Islam, Semarang: CV. Bima Sejati, 2006.

Yahya, Imam, bin Hamzah, Kiat Mengendalikan Nafsu, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2001.



22 Januari 2010

KELAHIRAN ALAM SEMESTA DITINJAU DARI SUDUT ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MODERN

Di antara segi kemukjizatan al-Qur’an adalah adanya beberapa petunjuk yang detail sebagai ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam al-Qur’an sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Teori al-Qur’an itu sama sekali tidak bertentangan dengan teori-teori ilmu pengetahuan modern.

Berdasarkan keyakinan kita, bahwa al-Qur’an yang besar itu bukanlah kitab ilmu alam, arsitek dan fisika, tetapi al-Qur’an adalah kitab petunjuk atau pembimbing dan kitab undang-undang dan perbaikan. Namun demikian, ayat-ayatnya tidak terlepas dari petunjuk-petunjuk yang detail kebenaran-kebenaran yang samar terdapat beberapa masalah alami, kedokteran, dan geografi, yang semuanya menunjukkan kemukjizatan al-Qur’an serta kedudukannya sebagai wahyu dari Allah.

Ustadz Thabbarah dalam kitabnya Rohud Dinil Islam telah membahas masalah ini dengan baik, dan ia menguraikan sebagian kebenaran-kebenaran ilmiah, dengan terperinci. Di bawah ini kami mengutip sebagian secara ringkas dengan perubahan-perubahan.

a. Manunggalnya Alam / Cosmos

Teori ilmiah modern telah membuktikan dalam pernyataannya, bahwa bumi adalah sebagian dari gas yang panas lalu memisah dan mendingin (membeku), kemudian menjadi tempat yang patut dihuni manusia.

Tentang kebenaran teori ini, mereka berargumentasi dengan adanya volcano-volcano, benda-benda yang berapi yang berada di dalam perut bumi, dan sewaktu-waktu memuntahkan lahar atau benda-benda volcano yang berapi.

Prof. Thabbarah menyatakan, “ini adalah mukjizat al-Qur’an yang dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern bahwa alam adalah suatu kesatuan yang berasal dari gas, kemudian memisah menjadi kabut-kabut. Dan matahari terjadi akibat dari pecahan bagian itu. Dalam menempatkan kebenaran ilmiah praktek kimiawi itu membutuhkan air. Air adalah unsur pokok bagi kelestarian hidup untuk semua benda hidup dan tumbuh-tumbuhan. Air memiliki keistimewaan-keistimewaan lain yang menunjukkan pencipta alam telah memantapkan dengan sesuatu yang bisa membuktikan adanya zat yang mengatur makhluknya”.

b. Asal Kejadian Cosmos

Seorang astronomi, Jean mengatakan bahwa alam ini pada mulanya adalah gas yang berserakan secara teratur di angkasa luas, sedangkan kabut-kabut atau kumpulan cosmos-cosmos itu tercipta dari gas-gas tersebut yang memadat.

Doktor Gamu menerangkan, “sesungguhnya alam pada mula kejadiannya itu penuh dengan gas yang terbagi-bagi secara teratur, dan dari gas itulah timbul reaksi”.

Teori ini kita dapatkan penguatnya dalam al-Qur’an, seandainya al-Qur’an tidak memberitahukan tentang hal tersebut, tentu kita tidak akan menerima begitu saja teori ini, Allah berfirman :

§NèO #uqtGó$# n<Î) Ïä!$uK¡¡9$# }Édur ×b%s{ߊ tA$s)sù $olm; ÇÚöF|Ï9ur $uÏKø$# %·æöqsÛ ÷rr& $\döx. !$tGs9$s% $oY÷s?r& tûüÏèͬ!$sÛ ÇÊÊÈ

“Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". (QS. Fushshilat: 11)

c. Pembagian Atom

Atom adalah bagian terkecil yang didapati dalam semua unsur. Atom tidak bisa dibagi karena merupakan bagian yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. Anggapan ini terjadi pada beberapa abad yang silam dan sejak beberapa puluh tahun yang lalu para cendekiawan mencurahkan perhatiannya terhadap masalah atom itu dan akhirnya mereka berpendapat bahwa atom masih bisa dibagi-bagi.

d. Berkurangnya Oksigen / Zat Asam

Sejak ditemukannya pesawat terbang, maka timbullah gejala alamiah bagi para cendekiawan, yaitu adanya kekurangan oksigen dalam lapisan udara tertinggi manakala manusia terbang meninggi di angkasa. Ketika itu akan ditemui gejala ini dan akan merasakan sempitan dada dan kesulitan bernafas, sehingga ia merasa tercekik.

e. Perjodohan bagi Semua Benda / Makhluk

Dahulu orang-orang menganggap bahwa perjodohan jantan dan betina itu terjadi antara dua jenis manusia dan binatang saja. Setelah datang ilmu pengetahuan, bahwa perjodohan terdapat pula dalam tumbuh-tumbuhan, semua benda padat dan pada semua atom yang berada dalam cosmos in, sampai dalam listrik ada daya positif dan ada daya negatif. Masing-masing kedua jenis itu sama ibaratnya jantan dan betina, penemuan ini telah lebih dulu didapati dalam beberapa ayat al-Qur’an.

`ÏBur Èe@à2 >äóÓx« $oYø)n=yz Èû÷üy`÷ry ÷/ä3ª=yès9 tbr㍩.xs? ÇÍÒÈ

“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS. Adz-Dzariyat : 49)

f. Selaput Rahim

Dalam al-Qur’an memberitahukan bahwa rahim mempunyai tiga selaput yang bernama zulumat (kegelapan-kegelapan) karena selaput ini bisa menghalangi dan menutupi sinar cahaya.

g. Penyerbukan dengan Angin

Gejala ilmiah ini telah dibicarakan al-Qur’an dalam sebuah firman-Nya :

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya”. (QS. Al-Hijr: 22)

h. Sel-sel (benih hidup)

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah”. (QS. Al-‘Alaq: 1-2)

Ayat ini adalah salah satu mukjizat al-Qur’an, dengan adanya alat pembesar (mikroskop). Dan dengan ini diketahui bagaimana terjadi dengan kekuasaan Allah.

i. Penyelidikan dengan Sidik Jari Manusia

Kulit jari-jari manusia berlapis dengan garis-garis halus yang beraneka macam, yaitu berbentuk busur, tali dan penggalan. Kadang-kadang semua anggota tubuh manusia memiliki kesamaan. Tetapi jari-jari mempunyai keistimewaan khusus, karena satu sama lainnya tidak sama. Disinilah letak kemukjizatan Allah. Allah berfirman :

“Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, Sebenarnya kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna”. (QS. Al-Qiyamah: 3-4)

Menepati Janji

Di antara segi kemukjizatan dalam al-Qur’an adalah menepati janji dalam segala hal yang diberitakan dan segala hal yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya. Janji itu terbagi dua :

1. Janji mutlak

2. Janji terbatas

Janji mutlak yaitu janji Allah untuk menolong Rasul-Nya dan memberi pertolongan kepada orang-orang mukmin untuk mengalahkan orang-orang kafir.

Diantara janji mutlak adalah firman Allah :

šc%x.ur $ˆ)ym $oYøn=tã çŽóÇnS tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇÍÐÈ

“Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (QS. Ar-Rum : 47)

Adapun janji yang dibatasi, yaitu janji yang bersyarat, seperti syarat taqwa, sabar, menolong agama Allah dan sebagainya. Allah berfirman :

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7)

“Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (QS. At-Talaq: 4)

Terhindar dari Kontradiksi

Yang terakhir di antara segi kemukjizatan al-Qur’an adalah al-Qur’an selamat dari kontradiksi atau pertentangan. Berbeda dengan semua kata-kata manusia. Maha Benar Allah yang berfirman :

“Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS. An-Nisa’: 82)

KESIMPULAN

Ini adalah sebagian mukjizat al-Qur’an dan masih banyak lagi segi-segi lain yang akan berkepanjangan bila kita menjadikannya lembaran-lembaran tersendiri, dan zamanpun masih terus mencari rahasia-rahasia kemukjizatan al-Qur’an. Namun demikian, rahasia al-Qur’an yang disebutkan para ulama’ hanya merupakan satu tetes dari lautan pengetahuan al-Qur’an. Maka sesungguhnya kalam Allah ini tidak bisa dijangkau oleh siapapun, sebagaimana siapapun tidak akan bisa menjangkau kebesaran zat-Nya dan keagungan sifat-Nya.



Wallahu a'lam bishawab

SEJARAH LAHIRNYA MU'TAZILAH

Peristiwa terbunuhnya Utsman bin Affan, khalifah ketiga, pada 666 M, di Madinah dalam pertentangan yang terjadi dengan tentara yang dat...

Daftar Blog Saya

  • MEMELIHARA PERSAUDARAAN - Salah satu ajaran pokok dalam Islam ialah bahwa manusia itu berasal dari satu keturunan, yaitu keturunan Nabi Adam as. Berbedanya bangsa dan bahasa, tidak ...
  • Poltergeist (2015) - From the legendary 1982 film directed by Tobe Hooper with an all star cast JoBeth Williams, Heather O'Rourke, Craig T. Nelson comes an even thrilling horro...

Google+ Followers

Join this Site